Mungkin saat ini aku sedang kecewa.
Jadi besok itu rencananya pukul 10.00-12.00 membina kegiatan kelas Olimpiade Matematika di MTs, seperti biasa.
Dan kegiatan berikutnya adalah membimbing siswa SMA lomba di kampusku. Semula jadwal lomba dilaksanakan ba'da dzuhur . Tapi kabar terbaru katanya jadwal kegiatan lomba dimajukan sebelum dzuhur.
Itu artinya? Aku gabisa dampingi siswaku lomba... Syediih.
Jadi aku kesel, entah ama siapa. Intinya aku harus memilih prioritas 1 kegiatan saja. Tentu aku pilih mengajar kelas Olimpiade.
Ya Allah semoga siswaku bisa menjadi yang terbaik di lomba besok. Aamiin
Good luck Fitra Nurindra.
Jumat, 15 November 2019
Kamis, 14 November 2019
Kalo Ngobrol Jangan Serius Melulu!
Lagi kesel...
Ya Allah, saya belum tau hikmah apa dibalik kisah hidupku sejak 7 Oktober lalu...
Dipertemukan dengan seseorang yang memiliki pembawaan serius terus, gapernah bercanda, gabissa diajak bercanda, obrolannya berat terus tiap hari...
Aku yang sebelumnya suka banget bercanda, dan terkadang ga serius ngobrolnya. Alias suka ngobrolin ga penting. Sekarang serasa kaku. Selera humorku jadi tertekan.
Sorry guys, aku mengeluh.
Tausahlah kau komentari
Rabu, 13 November 2019
Nanti aku bakal jadi apa?
Menjadi guru itu tidak hanya bertugas mentransfer ilmu, tetapi juga memberikan keteladanan yang baik dan mampu memotivasi siswanya, terlebih ketika sang siswa sedang dalam keadaan down. Itulah saatnya guru harus mampu membangkitkan semangat hidupnya.
Dan masih banyak peran-peran guru lainnya, yang tak akan aku sebutkan. :D
Malam ini, seperti biasa, aku nge-Les alias mengajar secara private mata pelajaran matematika khususnya, boleh pelajaran lain sih.
Siswiku yang satu ini sudah kelas IX di sebuah SMP Islam. Jadi fokus belajar kami adalah untuk mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional dan Ujian Sekolah.
Siswiku ini cerdas, memiliki daya nalar yang cukup baik. Dia mendapat peringkat pertama di kelasnya saat pembagian raport bayangan hasil PTS. Ternyata, predikat yang diraihnya ini membuat ia terbebani karena merasa harus mempertahankan 'peringkat pertama' di pembagian2 raport berikutnya. Alhasil setiap setekah belajar, dia selalu curhat "Bagaimana jika hasil PAS nanti tidak lebih baik dari hasil PTS mbak?"
Dia juga panik memikirkan UN dan US nanti karena dia merasa terlalu banyak pelajaran yang harus diulang kembali belajarnya. Dan curhat lainnya yang intinya dia panik.
Nah di sinilah guru berperan. Harus mampu membuat murid tenang namun tidak berleha-leha. Tetap terus kuatkan ikhtiar dan do'a. Jangan panik. Hadapi saja.
Saya Kiraaaa
Oke aku akan ungkapkan prasangka-prasangkaku yang dulu dan fakta-fakta yang tampak di mataku...
Kata kuncinya saya kira artinya prasangkaku, sedangkan ternyata artinya fakta yang tampak.
Saya kira, kamu baik...
Ternyata baik bangeeet...
Wkwk
Nah itu contohnya yah.
Mulai:
Saya kira ...
Kata kuncinya saya kira artinya prasangkaku, sedangkan ternyata artinya fakta yang tampak.
Saya kira, kamu baik...
Ternyata baik bangeeet...
Wkwk
Nah itu contohnya yah.
Mulai:
Saya kira ...
Mamah Jangan Kerja!
Sejak dua bulan yang lalu, kegiatan rutinku di hari Rabu pukul 14.00 adalah mengajar, les private matematika, siswa kelas 6 SD.
Hari ini (Rabu, 13 November 2019) pun begitu...
Muridku ini merupakan anak kedua dari seorang dosen (perempuan) di Universitas tempatku kuliah. Dia memiliki adik laki-laki berusia 6 tahun, masih kelas 1 SD.
Seperti yang aku ketahui, jam kerja dosen sebagai PNS ternyata tidak full dari pukul 07.00-16.00 seperti para guru atau PNS di instansi lainnya. Tapi entah yah aku pun tak begitu paham.
Kebetulan, hari ini si ibu sedang ada di rumah. Namun sekitar pukul 14.15 ada yang menelpon beliau, sepertinya dari rekan kerjanya di kampus.
(Note: aku ga niat 'nguping' ko, tapi emang kedengeran telponannya).
Refleks, si Ade (adiknya muridku) berteriak, "Mamah jangan kerja soree!" Dengan lantang...
Si ibu tidak langsung merespon teriakan si Ade. Sepertinya sih berpikir dulu dan tampak diskusi dengan si bapak (suaminya). Entah aku tak tahu apa yang dibicarakan.
Keputusannya, "Yaudah Mamah ngga ke kampus dulu sekarang."
Tentu si Ade bahagia dong. Tampak keceriaan di wajahnya.
Apa yang dilakukan si Ade selanjutnya? Dia hanya bermain sendirian, tak menghiraukan mamahnya.
Nah, dari kejadian ini aku petik hikmahnya bahwa kerinduan seorang anak terhadap orangtuanya yang bekerja seharian itu sebenarnya sederhana, tidak minta apa-apa, cukup kehadiran di dekatnya.
Sekian.
Maaf kalau ngga puitis. Hehe :D
Hari ini (Rabu, 13 November 2019) pun begitu...
Muridku ini merupakan anak kedua dari seorang dosen (perempuan) di Universitas tempatku kuliah. Dia memiliki adik laki-laki berusia 6 tahun, masih kelas 1 SD.
Seperti yang aku ketahui, jam kerja dosen sebagai PNS ternyata tidak full dari pukul 07.00-16.00 seperti para guru atau PNS di instansi lainnya. Tapi entah yah aku pun tak begitu paham.
Kebetulan, hari ini si ibu sedang ada di rumah. Namun sekitar pukul 14.15 ada yang menelpon beliau, sepertinya dari rekan kerjanya di kampus.
(Note: aku ga niat 'nguping' ko, tapi emang kedengeran telponannya).
Refleks, si Ade (adiknya muridku) berteriak, "Mamah jangan kerja soree!" Dengan lantang...
Si ibu tidak langsung merespon teriakan si Ade. Sepertinya sih berpikir dulu dan tampak diskusi dengan si bapak (suaminya). Entah aku tak tahu apa yang dibicarakan.
Keputusannya, "Yaudah Mamah ngga ke kampus dulu sekarang."
Tentu si Ade bahagia dong. Tampak keceriaan di wajahnya.
Apa yang dilakukan si Ade selanjutnya? Dia hanya bermain sendirian, tak menghiraukan mamahnya.
Nah, dari kejadian ini aku petik hikmahnya bahwa kerinduan seorang anak terhadap orangtuanya yang bekerja seharian itu sebenarnya sederhana, tidak minta apa-apa, cukup kehadiran di dekatnya.
Sekian.
Maaf kalau ngga puitis. Hehe :D
Selasa, 12 November 2019
Viral 11.11
Satu hari yang lalu merupakan salah satu hari cantik dengan tanggal 'lumayan' unik, 11-11-2019.
Yaps, di tanggal tersebut banyak moment yang dibuat unik juga. Misalnya saja para agen 'ol-shop' memberi diskon 11% bahkan ada harga makanan yang cuma Rp 11,00. Begitulah.
Tapi yang lebih viral lagi adalah pada tanggal tersebut ada Pembukaan Pendaftaran CPNS di Indonesia.
Siapa yang tak gembira dengan kabar tersebut?
Siapa ya?
Mungkin ada, tapi tidak banyak.
Batas pendaftarannya adalah sampai tanggal 24 November 2019. So bagi kalian yang belum daftar, silahkan daftar. :D
Yaps, di tanggal tersebut banyak moment yang dibuat unik juga. Misalnya saja para agen 'ol-shop' memberi diskon 11% bahkan ada harga makanan yang cuma Rp 11,00. Begitulah.
Tapi yang lebih viral lagi adalah pada tanggal tersebut ada Pembukaan Pendaftaran CPNS di Indonesia.
Siapa yang tak gembira dengan kabar tersebut?
Siapa ya?
Mungkin ada, tapi tidak banyak.
Batas pendaftarannya adalah sampai tanggal 24 November 2019. So bagi kalian yang belum daftar, silahkan daftar. :D
Aku panggil dia 'Dho'
Aku tinggal di sebuah kampung bernama PP (inisial aja). Di sini aku berteduh di sebuah ruangan berukuran 3x3 (kurang lebih sih). Ngekost...
Kebetulan kamar kost'anku bersebelahan dengan rumah ibu kost. Bahkan ada pintu penghubung dengan dapur rumah beliau.
Di sini ada 5 kamar yang disewakan.
Tetanggaku, penyewa juga, adalah satu keluarga kecil yang terdiri dari empat kepala. Ayah-ibu & dua anak laki-laki kecil, kisaran usia 4 tahun dan satu lagi masih bayi, mungkin baru berusia 6 bulan. Entahlah, aku emang ga terlalu dekat dengan tetanggaku itu. Sebatas menyapa, just say hi...
Anak laki-laki kecil usia 4 tahun itu berwajah manis dan ganteng, jika sudah besar kemungkinan banyak yang naksir. Wkwkw
Aku panggil dia 'Dho'...
Mungkin teman-teman di sini dapat menebak namanya. Ya kan?
'Dho' ini anak yang mandiri, tidak cengeng, dan pandai bergaul. Terlihat dari kesehariannya yang selalu bermain ke sana-ke mari tanpa didampingi orangtuanya. Karena Ayahnya bejualan dan ibunya menjadi asisten rumah tangga di sebuah perumahan yang tidak jauh dari kampung PP.
Setiap pagi aku lihat 'Dho' main-main di halaman rumah entah mengorek-orek tanah atau apa. Sendiri. Pernah suatu pagi dia diajak ngobrol dengan ibu kost, kemudian 'Dho' bilang "Aku laper bu", akhirnya ibu kost memberinya makan.
Melihatnya, aku jadi teringat masa kecilku yang manja. Jadi sedih. Dan sebal sendiri. Kenapa aku manjaaaa... Heummm
Melihat 'Dho' yang tampak mandiri sepertinya tidak pernah mengeluh atau merajuk kepada orangtuanya. Hebat.
Dari anak kecil ini aku dapat mengambil beberapa 'pelajaran hidup'.
Terima kasih 'Dho'.
Kebetulan kamar kost'anku bersebelahan dengan rumah ibu kost. Bahkan ada pintu penghubung dengan dapur rumah beliau.
Di sini ada 5 kamar yang disewakan.
Tetanggaku, penyewa juga, adalah satu keluarga kecil yang terdiri dari empat kepala. Ayah-ibu & dua anak laki-laki kecil, kisaran usia 4 tahun dan satu lagi masih bayi, mungkin baru berusia 6 bulan. Entahlah, aku emang ga terlalu dekat dengan tetanggaku itu. Sebatas menyapa, just say hi...
Anak laki-laki kecil usia 4 tahun itu berwajah manis dan ganteng, jika sudah besar kemungkinan banyak yang naksir. Wkwkw
Aku panggil dia 'Dho'...
Mungkin teman-teman di sini dapat menebak namanya. Ya kan?
'Dho' ini anak yang mandiri, tidak cengeng, dan pandai bergaul. Terlihat dari kesehariannya yang selalu bermain ke sana-ke mari tanpa didampingi orangtuanya. Karena Ayahnya bejualan dan ibunya menjadi asisten rumah tangga di sebuah perumahan yang tidak jauh dari kampung PP.
Setiap pagi aku lihat 'Dho' main-main di halaman rumah entah mengorek-orek tanah atau apa. Sendiri. Pernah suatu pagi dia diajak ngobrol dengan ibu kost, kemudian 'Dho' bilang "Aku laper bu", akhirnya ibu kost memberinya makan.
Melihatnya, aku jadi teringat masa kecilku yang manja. Jadi sedih. Dan sebal sendiri. Kenapa aku manjaaaa... Heummm
Melihat 'Dho' yang tampak mandiri sepertinya tidak pernah mengeluh atau merajuk kepada orangtuanya. Hebat.
Dari anak kecil ini aku dapat mengambil beberapa 'pelajaran hidup'.
Terima kasih 'Dho'.
Senin, 11 November 2019
Tak habis pikir~
Aku temukan sebuah kenyataan...
Pahit rasanya untuk kuceritakan...
Tak pantas...
Tapi kalian semua harus tahu.
Pengaduan seorang siswa kepada gurunya yang dipercaya tak akan membicarakan di luar ruang adalah ungkapan kejujuran. Murni. Tanpa 'bumbu'.
Nanti aku ceritakan apa yang diungkapkan oleh siswaku itu. Nanti. Tidak sekarang.
Penasaran?
#PCdiKolomKomentarYaa
Pahit rasanya untuk kuceritakan...
Tak pantas...
Tapi kalian semua harus tahu.
Pengaduan seorang siswa kepada gurunya yang dipercaya tak akan membicarakan di luar ruang adalah ungkapan kejujuran. Murni. Tanpa 'bumbu'.
Nanti aku ceritakan apa yang diungkapkan oleh siswaku itu. Nanti. Tidak sekarang.
Penasaran?
#PCdiKolomKomentarYaa
Adikku Sayang (3)
(Untuk terakhir kalinya)
Aku,
Anak bungsu.
Terkahir.
Kesayangan.
Harapan.
Segalanya.
:D
Tapi adikku banyaaak banget...
Aku temukan mereka di bangku kuliah.
Mereka terdiri dari Pelajar dan Mahasiswa.
Oke, adikku yang Pelajar.
Aku temukan di akhir masa kuliahku. Saat aku semester delapan. Mereka bertiga. Beda ibu & bapak. Jelas. ^_^ haha
AQA
Adik yang paling ceria, lucu, menggemaskan dan selalu bikin kangen. Aku sangat bahagia ketika dia menyapaku 'teh' dengan senyumannya yang khas dan manis.
Aku takut kehilangan senyumannya, pasalnya aku pernah membuatnya kecewa. Beruntungnya, dia anak yang baik hati & pandai balas budi. Ketulusan senyumnya terasa hingga ke hati.
Sebuah syair lagu "Senyuman dari hati, jatuh ke hati", itulah yang kurasakan.
Ya Allah, semoga adikku ini selalu jadi adik yang baik, anak yang shaleh & berbakti. Aamiin...
QJI
Pendiam, tak banyak tanya, dan penurut. Meski masih tampak kekanak-kanakan, tak apa, itulah bukti bahwa dia anak yang ceria sesungguhnya.
Pendiam dan pemalu, cukup menyapaku dengan senyuman. Ketulusan. Menggemaskan.
Tak mampu aku mendefinisikannya lebih lanjut. Cukup bahagia dengan perkembangan belajarnya yang tambah semangat. Alamdulillah.
FN
Cool, berkharisma.
Banyak tanya, tapi hanya seputar hal PENTING saja. Dan susah dihubungi. :D
Bagus, jarang mengoperasikan handphone adalah hal yang sangat jarang dilakukan oleh remaja millenial saat ini.
Pertahankan yah sayang :)
Hmmmm
Aku tak tahu, apakah ada peluang bahwa mereka akan membaca tulisanku ini? Pasti ada. Entah berapa persen kemungkinannya.
^_^
Aku,
Anak bungsu.
Terkahir.
Kesayangan.
Harapan.
Segalanya.
:D
Tapi adikku banyaaak banget...
Aku temukan mereka di bangku kuliah.
Mereka terdiri dari Pelajar dan Mahasiswa.
Oke, adikku yang Pelajar.
Aku temukan di akhir masa kuliahku. Saat aku semester delapan. Mereka bertiga. Beda ibu & bapak. Jelas. ^_^ haha
AQA
Adik yang paling ceria, lucu, menggemaskan dan selalu bikin kangen. Aku sangat bahagia ketika dia menyapaku 'teh' dengan senyumannya yang khas dan manis.
Aku takut kehilangan senyumannya, pasalnya aku pernah membuatnya kecewa. Beruntungnya, dia anak yang baik hati & pandai balas budi. Ketulusan senyumnya terasa hingga ke hati.
Sebuah syair lagu "Senyuman dari hati, jatuh ke hati", itulah yang kurasakan.
Ya Allah, semoga adikku ini selalu jadi adik yang baik, anak yang shaleh & berbakti. Aamiin...
QJI
Pendiam, tak banyak tanya, dan penurut. Meski masih tampak kekanak-kanakan, tak apa, itulah bukti bahwa dia anak yang ceria sesungguhnya.
Pendiam dan pemalu, cukup menyapaku dengan senyuman. Ketulusan. Menggemaskan.
Tak mampu aku mendefinisikannya lebih lanjut. Cukup bahagia dengan perkembangan belajarnya yang tambah semangat. Alamdulillah.
FN
Cool, berkharisma.
Banyak tanya, tapi hanya seputar hal PENTING saja. Dan susah dihubungi. :D
Bagus, jarang mengoperasikan handphone adalah hal yang sangat jarang dilakukan oleh remaja millenial saat ini.
Pertahankan yah sayang :)
Hmmmm
Aku tak tahu, apakah ada peluang bahwa mereka akan membaca tulisanku ini? Pasti ada. Entah berapa persen kemungkinannya.
^_^
Adikku Sayang (2)
(Sekali lagi)
Aku,
Anak bungsu...
Enam bersaudara.
Aku temukan adik-adikku ini di suatu moment yang dulu pernah aku takuti bila terjadi. Meskipun aku tahu pasti akan terjadi. Dan memang harus aku hadapi, sendiri.
Aku temukan adik-adikku ini di suatu tempat di mana aku menghadapi suatu 'moment' menakutkan itu.
Yah, aku temukan adik-adikku ini di sekolah tempatku 'do a research'.
Mereka...
Anak-anak yang cerdas, berprestasi, berakhlakulkarimah, dan sholeh.
Rasa sayangku kepada mereka mungkin tak akan pernah terucap. Tak kan mungkin.
Aku mewujudkan rasa sayangku dengan caraku. Aku ingin membantu mereka di setiap moment yang bisa aku bantu.
Sayangnya... Tak mudah bagiku untuk menemui adik-adikku ini. Tak mudah. Kecuali atas izin-Nya. Aku hanya dapat menemui mereka di saat-saat tak menentu. Tak bisa setiap saat. Sampai-sampai aku sering memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk bisa bertemu dan bercengkrama dengan adik-adikku itu.
Tak dapat berjumpa, bukan berarti mereka tak mau menemuiku. Hanya saja aku yang tak pernah bilang bahwa aku ingin bertemu dengannya.
Aku cukup bahagia meski hanya mampu melihat mereka dari kejauhan, itu artinya mereka baik-baik saja. Dalam keadaan sehat.
Bahagiaku akan membuncah kala dapat melihat mereka tersenyum. Cukup. Cukup membuatu SANGAT bahagia. Ya Allah, Alhamdulillaah.
Adik-adikku sayang,
AQA, QJI, & FN...
Semoga selalu bahagia dan tercapai cita-cita mulia kalian... Aamiin.
Aku,
Anak bungsu...
Enam bersaudara.
Aku temukan adik-adikku ini di suatu moment yang dulu pernah aku takuti bila terjadi. Meskipun aku tahu pasti akan terjadi. Dan memang harus aku hadapi, sendiri.
Aku temukan adik-adikku ini di suatu tempat di mana aku menghadapi suatu 'moment' menakutkan itu.
Yah, aku temukan adik-adikku ini di sekolah tempatku 'do a research'.
Mereka...
Anak-anak yang cerdas, berprestasi, berakhlakulkarimah, dan sholeh.
Rasa sayangku kepada mereka mungkin tak akan pernah terucap. Tak kan mungkin.
Aku mewujudkan rasa sayangku dengan caraku. Aku ingin membantu mereka di setiap moment yang bisa aku bantu.
Sayangnya... Tak mudah bagiku untuk menemui adik-adikku ini. Tak mudah. Kecuali atas izin-Nya. Aku hanya dapat menemui mereka di saat-saat tak menentu. Tak bisa setiap saat. Sampai-sampai aku sering memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk bisa bertemu dan bercengkrama dengan adik-adikku itu.
Tak dapat berjumpa, bukan berarti mereka tak mau menemuiku. Hanya saja aku yang tak pernah bilang bahwa aku ingin bertemu dengannya.
Aku cukup bahagia meski hanya mampu melihat mereka dari kejauhan, itu artinya mereka baik-baik saja. Dalam keadaan sehat.
Bahagiaku akan membuncah kala dapat melihat mereka tersenyum. Cukup. Cukup membuatu SANGAT bahagia. Ya Allah, Alhamdulillaah.
Adik-adikku sayang,
AQA, QJI, & FN...
Semoga selalu bahagia dan tercapai cita-cita mulia kalian... Aamiin.
Langganan:
Postingan (Atom)