Rabu, 10 Mei 2017

Suasana Baru

Apa kabar blogku???

Sudah lama tidak menyapa...
 Ada yang kangen?
^^

Jumat, 24 Maret 2017

Untuk Lebih Baik, menghalalkan segala cara???

Kisah yang menegangkan!
Diburu waktu...
tapi mungkin ini hanya saya yang merasakan...


Banyak yang menjadikan kalimat di bawah ini sebagai motto hidupnya:
"Lebih baik daripada hari kemarin!"

Begitupun dengan ~kami~ tentu menjadikan kalimat di atas sebagai salah satu penyemangat hidup ~kami~
Menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya!

Namun untuk kali ini, ada hal yang sangat saya 'sayangkan'.
Sesungguhnya kami sangat ingin melakukan perbaikan dengan langkah yang baik, mudah-mudahan dengan niat yang baik sudah menjadikan 1 pahala kebaikan untuk kita, meskipun dalam kenyataannya beberapa praktik yang tidak bersih mesti ~kami~ lakukan.

untuk saya sendiri pun tidak begitu tahu alasan kuat yang menjadikan langkah-langkah ~kami~ mesti dilakukan 'seperti ini' ... ingin hati mencurahkan. wkwkwk



Senin, 20 Februari 2017

Tidak Baik Merasa Lebih Baik


Ketika satu pihak mengunggulkan pihak lawan

tak disangka, justru pihak lawan menyeplekan pihak yang telah mendukungnya.

HAHA

Aku rasa itu unik, lucu.

Anda tidak mengerti???
AKU TAK PEDULI

JANGAN SEMBUNYI !!!


Segala bentuk kecurangan akan terbongkar pada waktunya... huh

Sembunyi sesembunyi-sembunyinya pun pasti akan ditemukan! pasti, saya percaya.

Sekali pun tanpa mengatakan sepatah kata pun, keteledoran Anda yang berbicara, membuka semua kebohongan yang tidak disengaja itu.

Bukan hanya saya, tapi semua orang pun pasti tidak ingin diperlakukan seperti itu. Sengaja tidak diberi tahu informasi terbaru yang sesungguhnya, tentang perubahan, padahal di awal Anda sudah mengucap akad. Perjanjian yang tersirat.

dan memang...
mengharapakan sesuatu kepada manusia itu tidak baik, manusia tidak dapat mengabulkan harapan manusia lainnya. Ingat, hanya Allah yang bisa, melalui perantara (salah satunya manusia).

MAU PROTES?!!
tidak bisa!!!
Ada kesenjangan antara kita... perbedaan status.

SEANDAINYA BISA?!!
jangan berharap!!!

yang terbaik saat ini adalah berhusnudzhon, bersikap raja' ... percaya bahwa keesokan hari ada hal yang lebih baik daripada yang Kita harapkan saat ini. Wallahu a'lam.


Jumat, 17 Februari 2017

Bukan untuk Disesali

bismillaah...



segelintir hasil perenungan beberapa hari terakhir...

Sepengetahuanku, segala sesuatu yang terjadi/yang menimpa diri kita ini (sebagai makhluk) telah tertulis di lauhulmahfudz. Wallahu a'lam

Namun, sebagian besar manusia mengatakan bahwa jerih payah yang kita lalui akan berbuah sebesar upaya kita yang telah kita lakukan.

...

Bagi kalian-kalian yang bernasib hampir sama denganku, saya rasa klian akan tahu apa maksud dari perenungan saya di atas... hehehe

intinya mah: jangan pernah menyesali hari-hari yang telah lalu, tapi tetap syukuri, dan perbaiki diri sepanjang waktu... go fight for me!!!

Jumat, 06 Januari 2017

Kitab 'ADAB AL-MAR'AH



tidak memiliki basic sebagai anak pesantren bikin aku ngiri sama temen-temen yang pernah jadi santri,.
di mata ku mereka tuh keren, mengerti tentang kitab-kitab yang cukup sulit dibaca apalagi dipahami oleh anak-anak yang ngga pernah nyantri (kaya aku)... wallahu a'lam

Kalo caraku sih gini, alhamdulillahnya nenek aku orangnya seneng "ngaji", jadi punya beberapa kitab, aku pinjem terus difotocopy... salah satunya kitab 'ADABULMAR'AH

meski tulisannya arab semua, dan maknanya juga pake tulisan arab gundul tapi pake bahasa jawa kuno. Aku sedikit bisa membacanya, karena dulu pas madrasah pernah mempelajarinya... sedikiiiit mah. :)

dan setelah aku baca (baru sekitar 3 halaman sih), isinya itu tentang adab-adab yang harus ditaati oleh perempuan terhadap lawan jenis, bagaiman mereka (para perempuan) seharusnya berperilaku, intinya mah sopan santun seorang wanita.
Mungkin di halaman-halaman selanjutnya isinya tentaaaang... ah aku gaboleh ngasal nerka, harus dibaca dengan baik. karena kata kakak aku kalo mau belajar "agama" itu gaboleh otodidak, khawatir salah paham dan tersesat, jadi harus berguru pada ahlinya. Ataaaau membaca kitab aslinya, kemudian mintalah dijelasin sama ahlinya juga... hehe


mau tahu isi kitab adabu mar'ah selanjutnya???
Tunggu aku baca dulu yach, hmmm


How time is managed better


Niatnya sih ngga pengen mengeluh....

SERIUS aja


Jadi ini aku kasih tau aja yah, bukan ngeluh... just curcol (can you translate in english well?) wkwkwkw


Aku sudah bahafgia sejak malam, bahkan sebelum-sebelumnya.. alhamdulillah yah.

But, this morning i felt bad mood caused something wrong about time.

Yah, seharusnya semakin dewasa semakin baik-Harusnyaaa- cobalah kau terapkan salah satunya dalam hal ketepatan waktu.
Emang aku selalu bEtE kalo janjian-janjian ama orang, (ya Alhamdulillah aku seringnya tepat waktu ko),,, sukanya tuh you you you suka banget melarin waktu. huh !!!

aku akan merasa bersalah kalo mesti ditunggu. keculai emang sesuatu yang dadakan banget, aku mesti ditunggu. tapiiii kalo udah diagendakan jauh-jauh hari aku pasti datang sesuat jadwal, insyaAllah bahkan sebelum waktu ditentukan (wkwkwk ngga juga sih kadang)...

intinya kalian ngerti ngga sih knapa aku pagi ini bEtE???? Hah???


Pokoknya yah buat kalian-kalian yang baca tulisan aku, diharapkan tidak pernah mengecewakan temanmu, jangan pernah buat temen kalian menunggu... menunggu itu ngga enak, meskipun sebagai perempuan hanya bisa menunggu-eeh-- ^^


All of Algebra





Baru kepikiran buat baca-baca jurnal karya kakak saya... hehe
sorry mas bro

All of Algebra

hmmm


Semalem aku udah baca sekitar dua jurnal, meskipun salah satunya belum ampe tuntas^^

ya karena semuanya tertulis dalam bahasa inggris, jadi aku sedikit belum lancar dalam memahami isi jurnal tersebut... kendala saya kurang dalam berbahasa inggris.

Oh iyah, sebelumnya aku belum mengerti tentang apa sih "proceeding" itu??? namun setelah baca proceeding kakak, aku sedikit megerti loh. thanks ka

Special Agenda


You have to read it.... !!!!


Pembahasan mengenai salah satu hal atau agenda spesial ... memakan waktu sekitar empat bulan...
Ini tidaklah lama, serius!


Karena semakin lama justru akan semakin baik untuk masa yang akan datang.
Namuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunnn, untuk saat ini saya anggap CUKUP, ga ingin lebih dari itu.

Apa sih itu???


1st Clue ...
Dikatakan spesial, karena tidak seluruh populasi dapat menikmatinya.
Hanya sepersepuluh dari populasi.
Yaps, kami hanya sampel.


2nd...


Sabtu, 31 Desember 2016

The Last Exam of Philosophy


For the last examination in Philosophy Lesson


Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis, dinamis. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan.
 
Filsafat sebagai induk ilmu-ilmu lainnya pengaruhnya masih terasa. Setelah filsafat ditingkalkan oleh ilmu-ilmu lainnya, ternyata filsafat tidak mati tetapi hidup dengan corak tersendiri yakni sebagai ilmu yang memecahkan masalah yang tidak terpecahkan oleh ilmu-ilmu khusus. Akan tetapi jelaslah bahwa filsafat tidak termasuk ruangan ilmu pengetahuan yang khusus. Filsafat boleh dikatakan suatu ilmu pengetahuan, tetapi obyeknya tidak terbatas, jadi mengatasi ilmu-ilmu pengetahuan lainnya merupakan bentuk ilmu pengetahuan yang tersendiri, tingkatan pengetahuan tersendiri. Filsafat itu erat hubungannya dengan pengetahuan biasa, tetapi mengatasinya karena dilakukan dengan cara ilmiah dan mempertanggungjawabkan jawaban-jawaban yang diberikannya.

Ilmu bersifat deskriptif tentang obyeknya agar dapat menemukan fakta-fakta, teknik-teknik dan alat-alat. Filsafat tidak hanya melukiskan sesuatu, melainkan membantu manusia untuk mengambil keputusan tentang tujuan, nilai dan tentang apa yang harus diperbuat manusia. Filsafat tidak netral, karena faktor-faktor obyektif memegang peranan yang penting dalam berfilsafat. Ilmu bersifat analitis, ilmu pengetahuan hanya menggarap salah satu lapangan pengetahuan sebagai obyek formalnya. Sedangkan filsafat belajar dari ilmu pengetahuan dengan menekankan keseluruhan dari sesuatu (sinoptis), karena keseluruhan mempunyai sifat sendiri yang tidak ada pada bagian-bagiannya.

Hidup dengan benar ditandai oleh pemilihan jalan yang benar. Seseorang yang menjalani kehidupan pribadi dan pekerjaannya berdasarkan standar moral dan etika yang tinggi dapat menjadi inspirasi bagi kita. Tidak jarang kita berusaha mencontoh perilaku terpuji para tokoh panutan karena bagi kita mereka telah meletakkan standar menjalani kehidupan dengan benar. Seperti diungkapkan dalam Amsal 4:18-19, “Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari. Jalan orang fasik itu seperti kegelapan; mereka tidak tahu apa yang menyebabkan mereka tersandung.”


Kita kini hidup di era yang menganut nilai relativisme, suatu masa di mana berlaku ungkapan, “Tidak ada kemutlakan!” Dalam banyak hal, garis pemisah antara kebenaran dan kekeliruan telah menjadi kabur, jika tidak ingin dikatakan terhapus sama sekali. Tetapi, jauh di dalam lubuk hati, kebanyakan dari kita masih tetap dapat membedakan mana yang benar dan yang salah – paling tidak dalam beberapa aspek kehidupan.
Misalnya, tidak ada satu pun di antara kita yang rela seseorang mengambil sesuatu yang menjadi milik kita. Kita tidak suka dibohongi, dan ketidakjujuran cenderung menghancurkan hubungan di tempat kerja, di rumah, dalam jalinan persahabatan, dan dalam organisasi kemasyarakatan. Tak seorangpun dapat menerima apabila kerusakan mesin mobil dijadikan alasan pengalih kecerobohan pengemudi mabuk yang mengakibatkan seseorang cedera atau meninggal dunia. Kita sepakat memandang sebagai hal yang tercela, bila seorang eksekutif menjual rahasia perusahaan demi keuntungan pribadi. Atlet yang “bermain sabun” merekayasa skor pertandingan juga dikategorikan melakukan tindakan yang salah. Dan masih banyak hal salah lainnya yang dapat kita sebutkan. Mungkin tidak semua orang sependapat dalam setiap kasus, namun tampaknya kita semua mempunyai perasaan naluriah mengenai cara yang benar menjalani hidup – apa yang oleh Alkitab disebut sebagai, “kebenaran”.

Hidup dengan benar ditandai oleh pemilihan jalan yang benar. Seseorang yang menjalani kehidupan pribadi dan pekerjaannya berdasarkan standar moral dan etika yang tinggi dapat menjadi inspirasi bagi kita. Tidak jarang kita berusaha mencontoh perilaku terpuji para tokoh panutan karena bagi kita mereka telah meletakkan standar menjalani kehidupan dengan benar. Seperti diungkapkan dalam Amsal 4:18-19, “Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari. Jalan orang fasik itu seperti kegelapan; mereka tidak tahu apa yang menyebabkan mereka tersandung.”


Merenung adalah memikirkan sesuatu atau segala sesuatu, tanpa keharusan adanya kontak langsung dengan objeknya, misalnya makna hidup, kebenaran, keadilan, keindahan dan sebagainya. Merenung adalah suatu cara yang sesuai dengan watak filsafat, yaitu memikirkan segalah sesuatu sedalam-dalamnya, dalam keadaan tenang hening dan sungguh-sungguh dalam kesendirian atau kapan dan dimanapun.


Juga bagian dari perenung/ merenung. Karena melalui perenungan dengan pikiran yang tenang kritis, pikiran umum cenderung menganlisis, mengubungkan antara masalah berulang-ulang sampai pada tujuan.



Manusia selalu mencari kebenaran, jika manusia mengerti dan memahami kebenaran, sifat asasinya terdorong pula untuk melaksankan kebenaran itu. Sebaliknya pengetahuan dan pemahaman tentang kebenran, tanpa melaksankan konflik kebenaran, manusia akan mengalami pertentangan batin, konflik spilogis. Karena di dalam kehidupan manusia sesuatu yang dilakukan harus diiringi akan kebenaran dalam jalan hidup yang dijalaninya dan manusia juga tidak akan bosan untuk mencari kenyataan dalam hidup.


Filsafat dan agama baru dapat dirasakan faedahnya dalam kehidupan manusia apabila merefelesikanya dalam diri manusia. Menurut Prof.Nasioen,SH mengatakan bahwa “Filsafat yagn sejati haruslah berdasarkan kepada agama, apabila filsafat tidak beradasarkan agama, dan hanya semata-mata berdasarkan atas akal pikiran saja, maka filsafat tersebut tidak akan memuat kebenaran objektif. Karena yang emmberikan pandangan dan putusan adalah akal pikiran.

Filsafat dan agama mempunya hubungan yang terkait dan reflesif dengan manusia artinya keduanya tidak ada alat penggerak dan tenaga utama di dalam diri manusia, yang dikatakan alat dan penggerak tenaga utama pada diri manusia adalah akal, pikiran, rasa, dan kenyakinan. Dengan alat ini manusia akan mencapai kebahagiaan bagi dirinya. Agama dapat menjadi petunjuk, pegangan serta pedoman hidup bagi manusia dalam menempuh hidupnya dengan harapan penuh keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan. Manakala manusia menghadapi masalah yang rumit dan berat, maka timbullah kesadaranyna, bahw amanusia merupakan makhluk yang tidak berdaya untuk mengatasinya dan timbulnya kepercayaan dan keyakinan bahwa yang dapat menolong dan menangkan hidupnya adalah Tuhan Sang Pencipta.