Senin, 27 Januari 2025

Hati Suhita

Lagi nonton film "Hati Suhita", film layar lebar lawas yang jadi film sepesial liburan kali ini. 

Rasanya itu film tayang pertama di bioskop pas aku belum berkeluarga yah. Entah tahun berapa dah, lupa. 

___________

Setelah berkeluarga, melihat kisahnya ko rasanya ikut sediiiihhh banget. Walau pada akhirnya happy ending. 

Bersyukur banget kisah ku tidak seperti itu. Alhamdulillah jauuuh lebih baik.

Ya meski terkadang aku pun merasa ngenes, tapi berusaha kuabaikan, berusaha kuat, dan tetap disyukuri. 

Minggu, 12 Januari 2025

Nelangsa Tersembunyi

Pengen sih bisa nulis yang puitis gitu, tapi ko yg tertulis malah selalu curhatan yak wkwkwk...

Di pikiranku judul kali ini pakai bahasa yang "lumayan puitis" sih, walopun sebenarnya isinya pasti berupa curahan-curahan hati+pikiran yang galau... Hahaaa

Gatau nih maghrib-maghrib gini ko kepikiran hal-hal nelangsa yang dulu pernah aku rasakan. Tapi yaa alhamdulillah bisa terlewati, tentunya dengan penuh huh hah huh hah hahaha

Engap

____________________

Keinget jaman dulu, jaman kecil 20 tahunan lalu lah, atau lebih... 

Hidup di kampung yang dulu mah asri, adem, rimbun, banyak pohon, pokoke masih banyak 'berimah' & sawah aja. Bayangin aja betapa ademnya. 

___________________

Masa kecilku yang penuh dengan segala hiruk pikuk suka duka,. 

Suka banget main sama temen setiap pulang sekolah sore, dilanjut ngaji setelah maghrib, lanjut main lagi malem... Rasanya seruu banget... Alhamdulillah tidak mengenal gadget kala itu. Bersyukur banget... 

Namun pasti hidupku pun ramai dikelilingi hal-hal yang membuat tidak nyaman yang akan selalu terkenang sampai tua nanti (mungkin),. Banyak sekali keluh kesah yang dipendam, ditutupi dengan senyum kebohongan, ditutupi dengan prestasi yang sebenarnya bentuk balas dendam agar tidak terlarut dalam nelangsa. 

Beruntung dulu hanya mengenal kertas yang dijadikan teman curhat yang tidak akan pernah menjudge... Beda dengan sekarang, di ruang ini (laman blogku ini) aku ceritakan semuanya, semoga tidak ada yang menjudge juga. 

Tolong, biarlah aku berkeluh kesah di sini

Tak apa aku tak didengar, 

Tak apa aku tak ditemani, 

Asal tidak dijudge oleh realitamu yang pasti berbeda dengan realitaku.

_______________

Aku hanya anak kecil yang sangat suka bercerita, semua hal baru pasti aku ceritakan, aku sangat antusias, tolong dukung antusiasku. Jangan hentikan semangatku bercerita dengan omelanmu, atau cerita lainmu yang kamu rasa 'Maha Benar', aku tidak butuh itu. Hanya ingin didengarkan saja. Sudah itu saja. 


Bersambung.... 



Minggu, 05 Januari 2025

5L

 Sedang di fase 5L dalam hidup ini... 

Aku tidak bisa menyalahkan takdir, 

Aku gatau harus bilang apa, ke siapa

Aku lelah, lelah menghadapi sikap suami yang otoriter, inginnya mengambil keputusan sepihak, aku merasa tidak dihargai sebagai seorang istri. 

Aku sebenarnya tak ingin, tak ingin masalah ku dengan suami menimpa anak, tidak ingin. Namun aku gatau harus gimana, mau tidak mau pasti anak jadi korban ketidakharmonisan kami. Maafin Bunda ya Na... Sedih banget sebenarnya.

Belum lagi ketika mertua ikut campur dengan urusan Kami, bahkan menjadi salah satu penyebab aku dan suami berdebat. Suami suka salah kaprah, niat ingin menyenangkan hati ibunya namun mengabaikan perasaanku sebagai istrinya. Sering banget. 

Capek aku, capek, gada yang belain. 

Aku hanya bisa pergi, meninggalkan semuanya. Termasuk anakku... Semoga anak Bunda menjadi pribadi yang tegar dan kuat, fisik dan psikisnya. Aamiin... 


Hari ini Jum'at, 10 Januari 2025

Capek banget dengan sikap suami yg selalu membela rekan kerja perempuannya. Hal apa pun itu, dia selalu menyalahkan aku.

Ya Allah saya berdo'a agar rasa sayangnya ke suamiku dikurangi, secukupnya saja. Aku lelah banget dengan sikap dia yang seperti tidak menghargai ku sebagai istrinya. 

Menurut mu apakah aku salah kalau aku cemburu? Aku hanya ingin dia tidak berakrab akrab dengan lawan jenis. Itu saja. 

Mak, pengen nangis yg kenceng banget~

Pegel jassaaa maaak... 

Pengen Lunga sing adooohh... 



We listen & we don't judge

 Lagi Hits banget nih kalimat di judul... Akhir 2024 ke awal 2025 atau bahkan sampe nanti (entah kapan) 

Jadi pengen ikutan wkwkwk

Ayo kita main (aku ajak para pembaca sekalian nih, boleh balas di kolom komentar yak) 

Mulai! 

We listen and we don't judge:

"Paling sebel sama orang yg sholat ngehalangin tempat ambil mukena di mushola/masjid umum padahal di area yang lain masih luas, geser dikit napa", 

"Sebel sama kamu yang sombong pas lagi bisa, tapi melas2 klo lagi gabisa dan mau minta tolong, kan jadi males nolonginnya karena keinget kamu pas lagi sombong",

"Kesel banget sama motor yang asap knalpotnya nyebrot ke arah mukaku yg di belakangnya, karena terkadang mau menghindar tapi susah, misal klo lagi macet atau mau nyalip tapi ngga kesalip2", 

" Kesel sama orang yang menanyakanku perihal urusan orang lain (misal sodaraku), kan ngga semua hal tantang sodara juga aku tau, kagaakkk... Emang dipikir setiap sodara mesti tau urusan pribadinya? Pikir dong", 

"Heran sama orang yang nanya pendapat ke aku, tapi ketika aku ucapkan pendapatku malah dibantah dan so nyalah2in. Dengerin aja kali. Jadi elu niat nanya apa ngajak debat sebenernya? Kocak",

"Ngga suka sama orang yang sok nasehatin untuk "jujur, adil", tapi ketika dia punya kepentingan pribadi rela berbuat tidak jujur sehingga efeknya tidak adil untuk yang lainnya", 


... 

Hmmm apalagi yak

Ntar dilanjut


Senin, 30 Desember 2024

Jika

 Biasanya setelah kata "jika" akan muncul kata "maka" pada frasa berikutnya. 

Yups itulah silogisme

Kali ini aku lagi kepikiran tentang masa depan anak perempuan ku. Tiba-tiba terlintas. Tentang apa? Tentang kehidupannya saat ia dewasa nanti. Aku tidak berniat mengatur hidup nya, karena aku bukan Yang Maha Mengatur kehidupan manusia. Hanya terpikirkan saja, jadilah aku berencana. Ya hanya berencana, masalah jadi nyata atau tidak itu bukan kehendakku. 

Aku berpikir, ketika anakku remaja>dewasa nanti, aku ingin dia menikah dengan lelaki yang "Mencintainya", bukan hanya yang dia cintai. Beda ya. Karena kadang yang kita cintai belum tentu mencintai juga. Begitupun sebaliknya. 

Maksudnya, jika anakku menikah dengan lelaki yang dia cintai, aku khawatir dia akan berusaha keras untuk melakukan apa pun demi dia. Gaboleh begitu menurutku. Aku ga terima jika anakku nanti dituntut & dipaksa melakukan apa pun oleh si lelaki itu. 

Tapii, jika anakku menikah dengan lelaki yang mencintainya, dia akan diratukan oleh si lelaki itu. Akan diperjuangkan, akan diutamakan, akan dibela bagaimana pun kondisi nya. Aku ingin anakku bahagia. 

Kenapa aku seperti tak memikirkan perasaan anakku? Justru, aku sangat memikirkan nya. Wanita itu akan jatuh hati dengan lelaki yang terbukti berkorban untuk hidupnya. Ya ga sih gaes? 

Hehehehe

Percayalah. 

Bismillah ya anakku sayang, bunda selalu mendo'a kan untuk kebahagiaan masa depanmu. Dunia & akhirat. 

InsyaAllah. 

Minggu, 29 Desember 2024

Awet

 Di penghujung tahun ini... 


Hujan dari pagi awet banget... Alhamdulillah adem. Alhamdulillah berkah. Alhamdulillah tenang. Semoga ini awal yang baik untuk menyambut tahun yang baru... Menyambut kenyataan yg pasti penuh tantangan... Ciyeilaah ehey

Omong-omong kenyataan, aku klo nulis di sini sebagian besar emang based on my experience, tapi kadang juga hanya hasil pemikiran saja yang aku terjemahkan dari pengalaman orang lain. Ya mungkin terjemahanku ga 100% sesuai. Ya intinya mah aku nulis sesuai yang aku pikirin aja. Kalo aku ada salah ya wajar kan? 

Tapi aku mau kasih tau juga, kalo yang aku tulis itu ga perlu kalian pikirin lebih lanjut ampe kepo dengan kehidupan pribadi aku ya. Ga perlu ampe segitunya. 

Lagi seneng aja gtu nulis-nulis ga ada arah. 

Biarinlah ya, ini ruang publik yang aku kelola. Ketika kalian bisa ampe baca ini artinya kalian berada di "lingkungan kekuasaanku" Wkwkw... 

Santayyyy... 

Udah ah capek ngetik 😁

Jumat, 27 Desember 2024

Prestasi

 Beberapa waktu terakhir ini aku agak kecewa... 


Kecewa dengan sistem dan oknum-oknum yang menyalahgunakan sistem tersebut. 

Sistem apa sih? 

Ya aku kecewa dengan sistem proses penerimaan peserta didik baru ke Jenjang sekolah menengah. 

Jalur zonasi

Jalur prestasi

Jalur affirmasi

Aku mau menuliskan apa yang aku pikirkan saja ya. Eniwey kalian tidak setuju dengan jalan pikiranku ya terserah. Ga masalah buatku selagi kalian tidak membatasiku untuk menulis di ruang publik ini. 

Oke? 

Jalur zonasi, mempermudah siapa pun yang bertempat tinggal di jarak terdekat dengan sekolah. Baik anak yang berprestasi atau pun tidak. Baik yang memiliki kecerdasan intelektual yang mencukupi bahkan yang tidak. Baik anak orang kaya atau pun dengan ekonomi menengah ke bawah. Semua bisa! 

Tapi yaitu, pasti ada zonknya. Ga ketahuan kan kalo si anak ga bisa baca? Ga bisa hitungan dasar? Ga nyambung pola pikirnya? Ada loh. Huh! 

Bukannya menolak mendidik anak seperti itu ya, tapi udah 'bukan wayahnya' aja. Catat baik-baik yang aku bahas adalah di jenjang SEKOLAH MENENGAH yaa... Bukan sekolah dasar. Jadi sudah bukan wayahnya belajar membaca, hitungan dasar, atau pun mengajarkan anak "luar biasa". Ada tempatnya khusus. 

Heumm... Aku tau kalian ga akan paham kalau kalian tidak terjun langsung menghadapi kejadian ini. Serius! 

... 

Jalur prestasi

Baru mau bahas tapi rasanya udah bad mood... Prestasi? Sebagian besar memang prestasi anak2 hebat, tapi sebagian kecil (oknum perusak sistem) ada prestasi Bapak-nya, Ibu-nya, Om-nya dan kerabat lainnya- wtf! 

Baru saja ku temukan peserta didik yang masuk sekolah lewat "Jalur Prestasi Om-nya" ... Hufft


Jujur

 Jujur

Pengen banget mengungkapkan semua hal yg terpikirkan, 

Semua hal yang terbersit, 

Semua hal yang mengganjal, 

Semua hal yang mengganggu, 

Semuanya. 


Jujur

Ingin ku katakan ... 

Aku benci dengan sebagian kisah hidup yang terjadi di tahun ini, benci banget, berharap ini semua hanya mimpi, tidak nyata.

Benci dengan semua harapan yang membebaniku, harapan yang kalian ciptakan terhadap diriku, harapan yang tidak sejalan dengan kehendak Yang Maha Kuasa.

Benci dengan cita-citaku sendiri, yang tak tertulis di Lauhulmahfudz, hanya membuatku kecewa sendiri, salah sendiri. Haha

Terkadang aku ingin tertawa, terbahak-bahak, menertawakan diri ini.

Jujur

Seringkali aku berandai-andai. Banyak hal. Padahal aku tau kalau berandai-andai itu tidak baik. Karena itu sama saja mengajak diri ini untuk menuju ke lubang kekecewaan. Shit! 

Jujur

Ingin kukatakan banyak sekali kata umpatan untuk orang-orang di hadapanku. Sesekali. Ingin sekali berteriak di depannya! 

Sabtu, 13 Juli 2024

Listen to me

Dear diary... 

Do you miss my story? 

Today is bad day

Kepala rasanya kaya mau pecah, mata pedes, ngga enak badan, ga ada temen, ngantuk tapi gabisa tidur... 

Aku haus,
Lapar, 
Kasih sayang dan pelukan. 

Lelah banget rasanya. 
Capek banget. 

Butuh elusan kasih sayang ... Elusan emak di samping tempat tidur. Dengerin keluhan aku. Tanpa menyalahkan aku sedikitpun, baik aku salah atau pun benar. 

Butuh didengarkan... Biar Rasanya legaaaa... 

Cuma satu. Butuh teman. Teman yang mau mendengarkan apapun yg aku katakan, tanpa pernah menyalahkan, butuh. Banget. 100%

Di mana? 
Kamu di mana? 

Rabu, 03 Juli 2024

E m a k

 Udah dua hari ini aku ngga enak makan, kayanya mah efek masuk angin. Gegara pas hari Senin kemaren aku nonton TV depan kipas angin. Lumayan lama. 

Baru kerasa pas malem, pengen makan soto yg anget tanpa nasi. Etapi untuk nyampe pedagang sotonya itu mesti naek motor cukup jauh, pake helm. Auto keanginan kan di jalan. 

Besoknya pagi-pagi, rasanya badan lemes banget. Ngga mau sarapan sama sekali. Siang pun ternyata masih belum mau makan nasi. Nyoba makan nasi sedikit, ngga lama kemudian muntah sampe rasanya kaya menusuk gtu. Sakit banget. 

Cuma masuk buah-buahan aja. Tapi anehnya, ko rasanya mulut ni pengen makan es krim. Dibeliin ama suami. Eh enak. Dan ngga muntah. Sampe malem dan bahkan hari ini pun (hari ke-2 sakit) masih ngga bisa makan dengan enak, nyoba maksain makan nasi malah muntah banyak setelahnya. 

Ya Allah, kalau lagi kaya gini tuh rasanya pengen banget di sampingku tuh ada emak, mijitin aku pelan-pelan sambil ngajak ngobrol. Rasanya sedih bangettt... Lagi sakit gini malah terpaksa sendiri (karena suami kan kerja). 

Ternyata memang bener banget, saat udah jadi ibu pun tetap butuh sosok ibu. Sangat butuh... 

Tapi di samping itu semua, bersyukur banget punya suami yg care, dan ngga pernah maksain utk ngerjain kerjaan rumah klo aku lagi sakit gini. Makasih sayang... 🥰


Btw ini cuma sedikit cerita aja, klo kalian ngga suka baca cerita aku, mendingan hidden aja SW aku biar ngga julid ke aku. Jangan ambil pusing. 

Thanks for enjoy and slow reader... Haha