Lanjut sini yuk...
Lanjut karena banyak yang penasaran, pada kepo, ko bisa aku sebodoh itu? Siapa sih pelakunya?
____________
Aku lanjutkan ceritanya, karena aku sudah memendam selama ini bertahun tahun sudah muak... Hayati lelahhhhhhh
____________
Jadi ceritanya, kejadian itu saat tahun 2023, saat aku baru saja melahirkan putriku, belum ada 2 bulanlah kalau gasalah.
Aku dibujuk oleh seseorang yang saaaangat dekat denganku, dia punya niat baik untuk membahagian ibunya. Awalnya aku sempat menolak, tidak setuju dengan niatnya itu karena meskipun berniat baik tapi caranya kurang tepat, bertentangan dengan prinsip hidupku. Tpiiii... Berkali-kali, berhari-hari dia berusaha keras mengambil hati, membujukku untuk aku mau "mengeluarkan" uang sebesar ±60.000K.
Singkat cerita aku fix mentransfer uang itu. Tpi aku bilang: "ini jadinya 'hutang' yaa, karena aku sebenarnya tidak setuju. Tolong nanti dicicil balikin ke aku."
...
Sempat beberapa bulan kemudian aku nagih, "hutang yg kemaren gapapa dicicil dikit-dikit, 100K perbulan juga gapapa nanti aku catat!"
Itu aku bilang beberapa kali di lain kesempatan, saking beneran dia ngga ada niat nyicil. Sempat debat sengit memang. Lama-lama aku capek, aku diem ngga nagih2 meski beberapa kali aku singgung. Tpi ko bebal banget, kagak merasa tersinggung. Edyaaaann...
...
Beberapa bulan berlalu, Februari 2025 dia punya rencana baik. Pinter banget ngomong nya, aku lupa gimana dia ngerayunya. Intinya aku keluarkan lagi uang sebesar ±40.000K lagi. Tetep aku hilang "Aku catat sebagai hutang ya!"
Urusan rencana baik dia akhirnya terwujud.
____
Memang dari moment itulah aku & dia seringkali berdebat. Mungkin karena aku aslinya keberatan ya, makanya aku suka ngungkit2 lagi uang ±100.000K itu. Tpi lama-lama meredam, lupa. Berulang terjadi seperti itu. Capek banget ya. Soalnya dia gada nyicilnya.. Huuuffft
Aku ngetik pun ampe capek broh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar