Sabtu, 13 Juli 2024
Listen to me
Rabu, 03 Juli 2024
E m a k
Udah dua hari ini aku ngga enak makan, kayanya mah efek masuk angin. Gegara pas hari Senin kemaren aku nonton TV depan kipas angin. Lumayan lama.
Baru kerasa pas malem, pengen makan soto yg anget tanpa nasi. Etapi untuk nyampe pedagang sotonya itu mesti naek motor cukup jauh, pake helm. Auto keanginan kan di jalan.
Besoknya pagi-pagi, rasanya badan lemes banget. Ngga mau sarapan sama sekali. Siang pun ternyata masih belum mau makan nasi. Nyoba makan nasi sedikit, ngga lama kemudian muntah sampe rasanya kaya menusuk gtu. Sakit banget.
Cuma masuk buah-buahan aja. Tapi anehnya, ko rasanya mulut ni pengen makan es krim. Dibeliin ama suami. Eh enak. Dan ngga muntah. Sampe malem dan bahkan hari ini pun (hari ke-2 sakit) masih ngga bisa makan dengan enak, nyoba maksain makan nasi malah muntah banyak setelahnya.
Ya Allah, kalau lagi kaya gini tuh rasanya pengen banget di sampingku tuh ada emak, mijitin aku pelan-pelan sambil ngajak ngobrol. Rasanya sedih bangettt... Lagi sakit gini malah terpaksa sendiri (karena suami kan kerja).
Ternyata memang bener banget, saat udah jadi ibu pun tetap butuh sosok ibu. Sangat butuh...
Tapi di samping itu semua, bersyukur banget punya suami yg care, dan ngga pernah maksain utk ngerjain kerjaan rumah klo aku lagi sakit gini. Makasih sayang... 🥰
Btw ini cuma sedikit cerita aja, klo kalian ngga suka baca cerita aku, mendingan hidden aja SW aku biar ngga julid ke aku. Jangan ambil pusing.
Thanks for enjoy and slow reader... Haha
Senin, 17 Juni 2024
Harus Gimana Nih?
Pengen ngedumel sedikit tentang fenomena yang terjadi di sekitarmu, masih anget banget...
Jadi gini gaesss, sekarang kan lagi anget2nya momentum bagi rapot (hasil belajar anak-anak sekolah). Nah, ini entah udah jadi kebiasaan atau gimana, orangtua anak-anak suka banget nenteng bawaan buat walasnya (wali kelas)... Rata-rata bilangnya "Ini buat bu guru". Kurang lebih begitulah yaa...
Nah kalo dikasih sesuatu sama orang kan ya mesti diterima kan ya? Ya kaaaan? Gaboleh nolak rejeki kan? Klo nolak khawatir dianggap tidak menghargai gak sih? Atau apalah semacamnya... Terus terang aja sih ya, kalo dikasih sesuatu (apapun itu) pasti seneng-seneng aja gak sih? Apalagi klo isinya 'WAH' gtu ya seneng bangetlah... 😁 tidak dipungkiri seperti itu.
Tapiiii, eniwey tentengan itu masuk 'Gratifikasi' bukan sii?
Nah,
Nah ini yang mau dibahas intinya.
Hehehe
Ternyata oh ternyata, si barang /uang pemberian dari seseorang yg disebabkan kita menjadi sesuatu (misal sebagai wali kelas) itu akan termasuk ke dalam gratifikasi yaitu apabila barang/uang tersebut senilai di lebih dari smaa dengan tiga ratus ribu rupiah.
Catat: Senilai lebih dari sama dengan tiga ratus ribu rupiah.
Jadiiiiiii, kalo barang/uang yang diberikan itu senilai kurang dari 300 rb rupiah BUKAN termasuk gratifikasi.
Dan itu per orangan yaaaa atau per-satu benda.
Sabtu, 13 April 2024
i lat...
Apa yang orang-orang sering katakan
Yang sering kubaca
Kisah yang diceritakan
Kisah yang tertuliskan
Kisah yang difilmkan
R E A L
Teras banget pedesnya cooyy
Pedesnya ga ilang-ilang
Nyata banget~
L i d a h m e r t u a
Senin, 04 Desember 2023
Missing her
Sangat kurindukan
Sangat kubutuhkan
Ku butuh kelembutannya
Ku butuh untaian do'anya
Ku butuh kasih & sayangnya
Ku butuh bimbingannya
Ku butuh teladannya
Ia...
Ia yang kini hanya dapat berjumpa dalam mimpi
Dia yang kini telah tiada
Telah pergi untuk selamanya
_ema_
Sabtu, 07 Mei 2022
SETAJAM Lisan
2022
Segala kebutuhan untuk para pemalas tersedia.
Kecanggihan teknologi membuat orang-orang yang lahir di abad 21 tidak segiat orang-orang jaman dulu, yang lahir di abad-abad sebelum nya. [Argumen ini lahir dari mini riset di lingkungan sekitaku aja si, gatau deh di daerah kalian orang-orang nya kaya gimana]... Maaf ya klo ada yang ga setuju/tersinggung. Ha"
Termasuk diriku yang lahir di akhir abad 20 pun sering males-malesan. Aku gatau sih kalo kalian gimana, ga beda jauh mungkin sama aku... Hehe 'Canda bestieee
_-_-_-_
Yang aku pengen bahas sebenernya bukan orang yang rajin/tekun/giat atau sebaliknya.
Aku cuma mau curhat aja, pengalaman ga enak dampak dari kecanggihan teknologi. Kemudahan berkomunikasi tanpa tatap muka secara langsung bisa bikin orang dengan mudah ngedamprat ngomel-ngomel ga jelas lewat tulisan (chatting ya gaess).
Coba aja bayangkan dijaman dahulu kala, sebelum ada teknologi telpon/SMS/Chatting dsb, orang kalo mau ngomel-ngomel kan mesti ketemu lawan bicaranya langsung kan?
Kalo ga ketemu ya ga akan ngomel-ngomel/marah-marah ga jelas gitu.
Bahkan bisa jadi karena ngga ketemu dalam jangka waktu lama bisa terurungkan tuh niat ngomel-ngomel ga jelasnya. Hehehe
Ya kan?
Tapiii aku juga pernah ko gitu... Ya sama, ngomel2 ga jelas ke temen yang ga ada di hadapanku, yang jauh tak terjangkau. Enak juga sih... Wkwkw
_-_-_-_
Emang sih segala hal yang ada saat ini pasti ada dampak potifi & negatifnya. P A S T I
Jadi aku pun ucapkan terimakasih banyak untuk penemu teknologi buat curhat ini... Ahaayy
Sabtu, 08 Mei 2021
Pembaca Setia
Math Chat
Tadi sore...
Di sebuah grup MGMP, dosenku mengirimkan sebuah informasi tentang diadakannya "Ngobrol Matematika (Math Chat)" bersama Pak Prof. Hendra Gunawan. Beliau salah satu dosen di ITB.
Kebetulan dosenku itu dulunya mahasiswa Pak Prof, saat S3.
Pak Dosen mengirimkan link zoom meeting dan sebuah kalimat persuasif agar kita bergabung dalam acara tersebut.
Kebetulan tadi tuh aku lagi "nganggur" alias ga ada kerjaan, langsung cusss klik link tersebut dan siap-siap pakai earphone.
Pikirku "pasti yang join banyakan", eeeeh ternyata cuma ber-7 termasuk aku. Lama-lama nambah juga sih jadi ber-15. Ko sedikit? Ternyata kali ini adalah Math Chat PREMIER alias program perdana. Rencananya kedepannya akan diadakan rutin satu kali tiap pekan dan akan membahas topik2 matematika.
Lumayan...
Pesertanya rata-rata mahasiswa dan guru.
Pembahasan perdana ini aku ga tau tepatnya tentang apa karena aku join di pertengahan dan selama mengikuti pun banyak hal yang tidak kuketahui dan aku mesti fokus agar ngerti, meskipun ttep ga ngerti. Tau kenapa? Karena aku kurang MEMBACA.
Mereka, peserta lain yang rata-rata mahasiswa pascasarjana, keciri banget doyan baca artikel jurnal dalam dan luar negeri, mendalami matematika banget. Di situ aku banyakan diemnya karena gatau mesti respon apa. Gapapa, setidaknya aku tahu mesti ngapain untuk menghadapi agenda kedua setelah lebaran nanti.
Alhamdulillah dari pertemuan pertama tadi setidaknya memberikan sedikit semangat untuk meningkatkan kembali minat baca ku yang sempat download banget. Serius, udha lamaaaa banget ga baca buku atau artikel online about math.
Bismillah, semoga menjadi langkah awal yang baik.
Semangaaaattt...
A lot of thank for Mr. Anwar Mutaqin... :)
Minggu, 17 Januari 2021
Tingkatan Gila
Aku bicara dalam sudut pandang pribadi dengan segala keawamanku
.
.
.
Sepanjang sejarah hidup, aku sudah berapa puluh atau ratus atau bahkan ribuan kali melihat orang gila yaitu mereka yang biasanya berjalan/duduk di pinggir jalan dengan pakaian kotor robek compang-camping sambil berbicara "sendiri".
...
Seiring berjalannya usia, pengalaman, pengetahuan dan pola pikirku hingga saat ini, ternyata "Orang Gila" itu tidak hanya mereka yang kusebutkan di awal.
Akhirnya aku memikirkan kalau orang gila itu ada tingkatan dan kategorinya. Aku urutkan dari yang paling akut (1, 2, 3, dst...)
1. Orang Gila Normal Tak Diurus
Yaitu mereka yang dianggap semua orang (tanpa terkecuali dari orang kota hingga orang desa, yang sekolah tinggi hingga yang tak tamat SD) sebagai orang gila. Ya mereka yang biasa berjalan sendirian di pinggir jalan raya di kota bahkan hingga ke pedesaan dengan pakaian kotor robek compang-camping hingga yang telanjang, badan kotor rambut gimbal dan mungkin saja bau. Sorry aku tak akan pernah mencium bau orang gila yah. LOL.
Menurut ku mereka normal, tentu normal sebagai orang gila.
Mereka seperti itu mungkin sejak kecil/remaja/dewasa disebabkan oleh berbagai latar belakang. Mereka berbeda, namun satu kesamaannya yaitu mereka ditelantarkan oleh keluarganya.
2. Orang Gila Normal Terurus
Yaitu mereka yang memiliki gangguan jiwa namun tidak terlantar/tidak ditelantarkan oleh keluarganya. Mereka 'diurus' di Rumah Sakit Jiwa. Pakaian bersih, badan bersih (mungkin) karena dimandikan, makanan jelas bersih, dan masih dianggap oleh keluarganya.
Beruntung.
Mereka bisa berada di RSJ mungkin karena berasal dari keluarga berada, atau mungkin dari keluarga biasa berkecukupan namun saudaranya masih punya hati nurani sehingga menyisihkan sebagian rezekinya untuk biaya RSJ. Entahlah. Intinya mereka lebih beruntung.
3. Orang Gila Tidak Normal
Yaitu mereka yang memiliki gangguan jiwa dalam hal tertentu saja. Contohnya orang yang tergila-gila dengan suatu benda (maniak kali ya disebutnya), maka mereka akan berusaha untuk memiliki, menyayangi, melindungi dan merawat benda tersebut. Banyak sih contohnya.
To be continue
Senin, 28 Desember 2020
Melangkah Bersama
Cobaa ingat-ingat
Sejak beberapa bulan terakhir ini, sudah berapa rencana yang kitaa targetkan bersama? ada Lah beberapa, Rencana untuk masa depan KITA yg lebih baik. Entah rencana itu saya dulu yang berinisiatif, atau pan kamu yang meminta untuk berkolaborasi.
Sudah berapa rencana yang terealisasikan? Satu pun belum ada. Kenapa coba? (Menurut ku) ini karena kita sangaat sulit untuk bertemu, berjumpa tatap muka untuk bisa membuat konsep lebih Matang dan MULAI beraksi.
Gimana bisa beraksi kalau untuk berjumpa saja susah?
-_-_-_-_-_-
Malam ini, setelah perjumpaan pertama Kita, entah mengapa aku terpikirkan "Kenapa Kita tidak memutuskan untuk 'BERSAMA'? Menyatukan jiwa dan raga kita dulu, langkah awal untuk kita menyusun strategi yang tepat atas rencana2 kita itu.
Apakah kamu sempat terpikirkan hal yang sama?
Jika iya, ayolah, jangan takut, yuk kita kuatkan tekad dan keputusan untuk melangkah BERSAMA.
Jika ada hal yang menghambat, coba kitaa bicarakan baik-baik, saya pasti bisa bantu cari solusinya.
Tenang saja, saya bisa mandiri ko. Percaya kan sama saya?

